KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (68) CATATAN HARIAN (47) BERITA MEDIA (45) GoBlog (11) PUISI (11) CERPEN (8)

03 May 2017

Manfaat Bonus Demografi Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia



Negara Indonesia akan mengalami bonus demografi penduduk yang perkiraannya terjadi pada tahun 2020-2030. Hal itu sebagaimana pernah diungkapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang Optimalisasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Istana Negara, Jakarta, 7 Februari 2017.


Apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut cukup beralasan. Data Statistik penduduk Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 penduduk Indonesia berjumlah 258 juta orang. Menurut BPS, pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok umur produktif antara 15-34 tahun. Kondisi ini disebutkan keadaan negara kita sedang  memasuki era bonus demografi. [lihat Indonesia Dalam Angka di http://databoks.co.id/]

Apa Itu Bonus Demografi?
 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Edisi V, kata de.mo.gra.fri diartikan sebagai ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan.

Bonus Demografi bisa dikatakan sebagai fenomena struktur jumlah penduduk akan menguntungkan dari sisi pembangunan ekonomi karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedangkan usia muda semakin kecil dan produksi usia renta belum begitu banyak. Tetapi kondisi ini bisa jadi merugikan negara seandainya pemerintah tidak siap dan sigap dalam menyikapi bonus demografi tersebut.

Maka dari itu, perlu adanya pembangunan peningkatan tentang upaya apa saja yang harus dilakukan pemerintah dalam mempersiapkan generasi tersebut sejak dari sekarang. Misalnya tentang persiapan sumberdaya manusia baik itu melalui pendidikan, kesehatan dan penyediaan lapangan kerja yang selama ini belum serius digarap oleh pemerintah; ekonomi tani dan ekonomi maritim.
Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan [2015] | http://databoks.co.id/
Jika kita lihat data investasi pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan tahun 2015 tumbuh 37,5 persen menjadi Rp. 4,43 triliun dari tahun sebelumnya, yakni Rp. 3,22 triliun. Hal ini menurut pengamatan saya efek dari giatnya pemerintah RI melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam ketegasannya melarang kapal-kapal asing, bahkan ditenggelamkan saat berada pada wilayah laut Indonesia.

Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk semakin meningkat setiap tahun. Kondisi ini tentu saja sangat berpengaruh bagi keuntungan ekonomi berupa peningkatan jumlah penduduk usia produktif. Lalu bagaimana peran pemerintah Republik Indonesia beserta seluruh penduduknya dalam menyikapi bonus demografi yang akan meledak nantinya? 
Langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Sejahterakan Nelayan | www.katadata.co.i

Tidak lama lagi, artinya dalam jangka waktu perkiraan 3 tahun akan datang, menyikapi bonus demografi yang akan terjadi pada 3-13 tahun ke depan, ada banyak indikator yang mesti dipersiapkan sejak dari sekarang oleh pemerintah. Salah satunya menyikapi bonus demografi tersebut tentang rencana pemerintah menargetkan negara Indonesia akan jadi pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Menurut situs KATADATA.co.id, statistik pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam angka pertumbuhan di bawah 6 persen sejak tahun tahun 2013. Tahun 2012, pertumbuhan ekonomi berada di atas 6 persen. Pada 2016, ekonomi domestik tumbuh 5,02 persen, dan pada 2017 diperkirakan akan tumbuh 5,1 persen, dan pada 2018, Presiden Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,1%. Lihat informasi tentang Indonesia Dalam Angka dari tabel databooks.co.id berikut ini. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia | databoks.katadata.co.id

Beberapa hal yang mesti dilakukan persiapan sejak sekarang ini oleh semua pihak,  diantara peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan, kesehatan, kesediaan lapangan kerja. Hingga kini Indonesia masih mengalami kekurangan pengusaha yang pada tahun 2017 1,65 persen dari jumlah penduduk Indonesia, 258 juta jiwa. Jumlah ini jauh tertinggal dengan Malaysia, Thailand, Singapura.

Rasio Pengusaha Terhadap Jumlah Penduduk di Beberapa Negara [2013] | databoks.katadata.co.id
Jika melihat rasio minimnya pengusaha di Indonesia, maka inilah tantangan daripada memanfaatkan bonus demografi yang akan mulai terjadi pada tahun 2020. Peluang itu bisa dimulai dari sekarang, tidak ada kata terlambat untuk membangun dan mempersiapkan generasi muda dari sekarang ini untuk dididik menjadi pengusaha. Indonesia dengan luas negara yang terdiri dari pulau-pulau dan tanah yang subur menjadi berpeluang besar dalam menciptakan lapangan kerja baru ke depan.

Hal ini bisa saja dilakukan oleh pemerintah dengan program wirausaha mandiri misalnya, mendidik anak anak bangsa bisa dimulai dari menyempurnakan kurikulum sekolah sejak tingkat dasar hingga ke perguruan tinggi. Kurikulum tentang enterpreneurship bisa ditingkatkan bagi anak didik, agar mereka sadar dan tau kalau Indonesia berpulang menguasai ekonomi Asia bahkan ekonomi dunia, salah satu cara itu bisa dilakukan dengan peningkatan pengetahuan energi dan penemuan teknologi baru nantinya. 

Tentu saja ini butuh kerja keras semua unsur masyarakat Indonesia, agar bonus demografi bisa menjadi berkah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan malah menjadi malapetaka yang akan menghancurkan semua sendi kehidupan bangsa Indonesia itu sendiri, hingga kina tertinggal jauh dari negara-negara maju lainnya. Semoga []


1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete