KITABMAOP

Untuk Mengingat Dan Melawan Kesepian

Post Top Ad

#hastek

ESSAI (69) CATATAN HARIAN (47) BERITA MEDIA (46) GoBlog (12) PUISI (11) CERPEN (8)

11 November 2017

11/11/2017 12:26:00 AM

Sail Sabang, Ajang Perkenalkan Wisata Bahari Dunia

sumber foto : liputan6.com
Jika hidup Anda sekarang ini dalam susana masih belum bahagia, atau [mungkin] Anda masih ragu dengan amal ibadah sekarang antara masuk surga atau masuk neraka? Tidak ada salahnya kamu menikmati dulu "surganya dunia" di salah satu pulau paling ujung barat Sumatera. Paling tidak, jikapun nanti sewaktu akhirat kelak, kamu masuk neraka, maka setidaknya sudah pernah menikmati indahnya surga dunia di Sabang.

Sabang sebagi salah satu destinasi wisata bahari dunia dalam waktu tidak lama lagi akan menyelenggarakan Sail Sabang 2017. Ini menjadi momen penting bagi Aceh untuk mempromosikan Sabang sebagai salah satu destinasi wisata tingkat dunia yang layak dikunjungi.

Dua hari lalu, tepatnya malam Kamis, 8 November 2017 di Gedung Sapta Pesona Kementeriaan Pariwisata Republik Indonesia Sail Sabang 2017 diluncurkan. Peluncuran Sail Sabang itu ditandai denga nmenempelkan telapan tangan Menteri Pariwisata, Gubernur Aceh, dan Walikota Sabang pada yang lunak sebagai tandai acara Sail Sabang 2017 yang akan diselenggarakan 28 November sampai dengan 5 Desember 2017.

Sail Sabang merupakan Sail Indonesia seri ke-9 yang diluncurkan pertama sekali di Bunaken, Manado, tahun 2009. Berbagai persiapan perhelatan agenda Sail Indonesia tahunan itu terus dipersiapkan oleh Kementerian RI dan Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Pemerintah Kota Sabang dan sejumlah pihak lembaga negara lainnya yang terlibat untuk menyukseskan Sail Sabang 2019, 28 November s/d 5 Desember 2017.

Menurut situs resmi Sail Sabang 2017 terdapat emapt titik lokasi yang menjadi fokus serangkaian kegiatan Sail Sabang nantinya, yaitu di Gapang Resort, Titik Nol Kilometer, Teluk Sabang dan Sabang Fair. Selengkapnya Sail Sabang 2017 bisa kamu lihat video promosinya  berikut ini :



Bagi Aceh, tentu saja ini jadi kesempatan langka dan menarik dalam mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata bagi dunia. Apalagi pulau yang luasnya 156,3 kilometer persegi dengan puncak tertinggi 617 meter di atas permukaan laut.

Berkunjung ke Sabang, cukup mudah. Setiap hari ada kapal yang siap berlayar ke Sabang dari pelabuhan ulee lheu Banda Aceh yang siap mengantarkan Anda. Sabang dikenal dengan Pulau Weh dengan dua wilayah kecamatan secara administratif,  yang berbatasan dengan Selat Malaka di sebelah timur, dan sebelah barat dengan Samudera Indonesia, sedangkan utara dengan selat malaka dan selamat dengan Samudera Indonesia.

Sabang, bagi banyak kalangan anak jaman now menyebut istilah Sabang dengan Santai Banget. Bagi Anda pecinta wisata budaya dan bahari, Sabang adalah destinasi wisata yang wajib anda kunjungi dan berlama – lama mesti menikmat keindahan setiap sudut pulau yang berbatasan dengan India, Malaysia dan Thailand itu.

Bicara pariwisata di Aceh tidak bisa lepas dari pesona keindahan Sabang sebagai kawasan destinasi wisata yang sudah terkenal ke seluruh dunia.  Beragam keunikan Sabang bisa anda nikmati sambil memburu kuliner khas Aceh. Satee Gurita salah satunya yang cukup menjadi makanan favorit wisatawan yang berkunjung ke sana, lalu kamu bisa menikmat iwisata keindahan bahari dengan susana yang sejuk dan bikin betah berlama lama di Sabang. Lalu kamu bisa juga berkunjung ke Tugu Nol Kilometer Indonesia, sebagai bukti bahwa kamu sudah pernah ke Sabang.

Untuk berkunjung ke Sabang, Anda bisa menggunakan transportasi pariwisata yang mudah dan murah dari Taxi Aceh yang siap membantu perjalanan Aceh dari Banda Aceh hingga ke Sabang. Harga sewa dan pelayanan yang sangat nyaman, dengan fasilitas supir yang siap mendampingi Anda bisa menjadi guide para wisata selama Sail Sabang 2017. []

25 October 2017

10/25/2017 11:15:00 PM

I Love Aceh dan GenPI Aceh Sukses Laksanakan Sanger Day



BANDA ACEH – Komunitas I Love Aceh (@iloveaceh) dan Generasi Pesona Indonesia (@genpiaceh) Aceh sukses melaksanakan Sanger Day+ Fest 2017 di FJ’S Coffee Shop, Batoh Banda Aceh, Sabtu-Minggu, 21-22 Oktober 2017.

Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sanger Sedunia atau International Sanger Day yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober itu merupakan yang ke-4 kalinya dilaksanakan di Banda Aceh.

Kapala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Destinasi Disbudpar Aceh, Dedi Fahrian mengatakan pihaknya mendukung kegiatan itu sebagai salah satu ajang untuk memperkenalkan minuman khas dari Aceh ke publik. Apalagi, tambahnya acara itu dilaksanakan oleh dua komunitas media sosial yang aktif mempromosikan wisata Aceh di internet.

"Disbudpar Aceh juga mendorong dengan adanya ikon minuman Sanger ini agar bisa dikenalkan secara lebih luas, termasuk dalam berbagai kegiatan formil baik istansi atau lembaga untuk dapat menyajikan minuman sanger kepada tamu yang hadir," ujar Dedi.

Ia berharap dengan dibuatnya kegiatan seperti ini terlebih lagi di lokasi pasar tradisional, tentunya akan banyak komunitas dan masyarakat yang terlibat, pembuat jajanan dan kuliner serta dapat membangkitkan industri ekonomi kreatif yang ada dikalangan masyarakat.

"Kita tahu pengembangan pariwisata ke depan harus menyasar semua lini, dan minuman Sanger ini salah satu potensi tersendiri dalam mengenalkan Aceh sebagai tujuan daerah wisata halal dunia," sebutnya lagi.

Acara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Disbudpar Aceh itu menggandeng komunitas dan para pengrajin kue-kue tradisional Aceh itu juga membagikan 1001 cup sanger dan jajanan kuliner lainnya serta kenduri 1001 piring kuah beulangong bagi pengunjung secara gratis.


Sementara itu, Staf Khusus Kemenpar RI, Don Kardono yang dihubungi secara terpisah mengaku kagum dan bangga dengan GenPI Aceh dan Komunitas I Love Aceh atas inisiatif Sanger Day Festival 2017 kali ini. Apalagi Peringatan Sanger Day kali ini menghadirkan ragam macam kuliner nusantara.

“Kemenpar melihat, Sanger ini sebagai salah satu minuman khas dari Aceh yang perlu dipromosikan ke dunia digital," ujar Don Kardono.

Panitia Pelaksana Sanger Day+ Fest 2017, Narsrul menyebutkan, kegiatan yang mengangkat tema “Beragam Peunajoh Satu Cita – Kuliner Aceh Pesona Rasa” juga menghadirkan Chef Nasional, Nanda Hamdalah yang mendemo sejumla jajanan dan kuliner Aceh secara langsung di lokasi acara.

Sejumlah agenda dalam Sanger Day+ Fest 2017 diantaranya pameran foto sanger, atraksi meracik sanger tradisional, standarisasi sanger, art painting show sanger, eksibisi kuliner dan jajanan khas Aceh, bazar jajanan tradisional dan nusantara, malam apresiasi sanger day, lomba meracik sanger, lomba mewarnai anak-anak, lomba pisang reuboh dan lomba boh manok weng.

Malam apresiasi Sanger Day, panitia juga memberikan penghargaan untuk Alm. Fakhrurrazie Gade, seorang jurnalis dan netizen Aceh atas dedikasinya dalam mempromosikan Sanger Day di dunia maya. 

Nasrul mengajak anak muda Aceh yang aktif di media sosial untuk bisa lebih meningkatkan promosi wisata Aceh ke internet.

“Sanger Day yang digaungkan di Aceh ini juga dipastikan akan hadir di Pasar Karetan, Jawa Tengah yang digagas oleh GenPI Jateng, jadi mari kenalkan Sanger ban sigom donya,” ajak Nasrul.[]

15 August 2017

8/15/2017 02:17:00 AM

72 Tahun RI; Hotel Ini Ngak Bisa Waifi

Saifuddin  Bantasyam, Akademisi Unsyiah saat menyampaikan materi Flash Blogging 72 Tahun RI, Indonesia Kerja Bersama

"Menulis kreatif itu menulis dengan menggali ide-ide dari sudut yang berbeda. Produk tulisan jurnalistik memang terkesan kaku, tapi bukan berarti tidak bisa dipadu denga nmenulis kreatif"  Andi Baso Djaya, Jurnalis Beritagar.id


Zaman teknologi informasi ini orang lebih suka dengan 3 hal: harta, colokan, dan quota.  Sebenarnya, saya ingin kultwet di twitter tentang kegiatan Flash Blogging: 72 Tahun RI, Indonesia Kerja Bersama. Tapi sayang sekali tidak bisa terkoneksi wifi dengan baik, hingga jaringan cukup membosankan untuk dijalankan. Ruangan hotel ini indah, dengan halaman luas. Soal pelayan karyawan dan menu makanan di Grand Permata Hati nomor satu. Karyawannya sangat ramah menyapa tamu.

Uniknya ini acara diselenggarakan oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik ini, turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Aceh. Harusnya panitia bawa modem akses internet untuk peserta. Memang wifi milik hotel ada 3 akses yang tersedia di sini , tapi satupun tidak bisa dikoneksikan. Tidak jadi kultwet, sejak awal memang sudah berniat akan menulis giat hari ini di blog. Sebagai bagian daripada menjaga jemari terlatih dan menjaga akal tetap sehat. Mari simak.

Segerombolan netizen yang dari berbagai komunitas di Aceh yang selama ini giat menulis di blog berkumpul di Grand Permata Hati Hotel, Banda Aceh, Selasa, 15 Agustus 2017. Umumnya mereka sudah punya laman blog dan tidak terlalu asing dengan menulis. Walau akses wifi hotel (baca: waifi) tidak bisa terkoneksi dengan baik -hanya mungkin kendala hari ini saja sih-  tersebut tidak menyurutkan niat kawan-kawan Blogger Aceh untuk mengikuti  #FlashBlog72RI tersebut. Beberapa teman menggunakan akses internet memakai modem sendiri atau membuka hotspot pribadi telepon gengamnya.

Direktur Kemitraan Komunikasi, Dedet Surya Nandika saat membuka acara Flash Blogging; 72 Tahun RI, Indonesia Kerja Bersama mengapresiasi tingginya antusias Blogger Aceh dalam mengikuti acara. Di Banda Aceh, acara semacam ini agak jarang dilaksanakan oleh pemerintah. 

Saya salah satu dari 50 peserta yang hadir dalam ruangan itu beruntung. Seminggu lalu,  mendaftar acara ini atas informasi dari teman sesama blogger. Selain tema Flash Blogging ini menarik, ajang begini penting sekali dihadiri, sekali reuni dengan sesama blogger.

Menulis kreatif bukan hal baru yang saya dengar. Kak Andi - begitu suka disapa- dia  jurnalis di situs Beritagar.id dengan laporan tulisan-tulisan panjang. Media daring Beritagar tidak asing bagi saya. Sejak lama saya ikuti twitter @BeritagarID. Saya kenal salah seorang kontributor dari Aceh, Muhajir Abdul Aziz. Dua hal ini, bikin saya cukup dekat dengan Beritagar.id.

Ada hal yang menggelitik bagi saya. Andi Baso Djaya memperkenalkan diri dengan sebutan "KAK" bagi saya ini hal yang asing terdengar sebutan KAK untuk pria. Tetapi hal itu taklah asing bagi anak - anak  yang aktif di pramuka, yang kemarin baru merayakan Hari Ulang Tahun ke 56. Saya bukan anggota pramuka. Saya suka Kak Andi tampil dengan gaya lebih santai untuk forum resmi saat menyampaikan materi. Ia memakai kaos oblong dan topi kupluk.

"Dua tahun ini sedang tren menulis tulisan panjang yang memadukan bentuk tulisan jurnalistik dan kreatif. Tidak ada salahnya penulis membuka satu pembuka tulisan dengan sebuah kutipan," sebut Andi dengan yakin saat sampaikan sesi materi Jurnalistik dan Penulisan Kreatif. 

Menurutnya, sebagai penulis untuk tidak perlu segan-segan memangkas kata kata yang tidak perlu. Ini mungkin dimaksudkan saaat kita sedang mengedit tulisan sebelum kita publis/kirimkan ke bog.  Dari banyak yang dia sampaikan, saya paling teringat soal tiga kata penting yang menarik; action, angle, aneukdot. Andi menyebut  tiga kata itu dalam istilah 3A.

Saya lalu teringat situs Mojok.co dan Voxpop.id. Dua situs dengan pembaca kaum generasi Z yang cukup satir di jagat netizen Indonesia. mojok.co sempat tutup beberapa saat, tapi kini telah diluncurkan lagi. 

Voxpop.id yang cukup menarik memuat tulisan dari anak muda, temanya berbagai macam. Umumnya soal kesepian dan cinta. Tapi tak juga lupa memuat essai-essai politik atau berita yang sedang populis di warganet. Dua situs itu, bagi saya cukup menarik apa yang disampaikan oleh Andi tentang A ke tiga; aneukdot. dan, pembaca tulisan itu cukup populer. Atau jika sekarang ada trend baru satu media daring, tirto.id. Umurnya masih setahun. tirto juga model media baru dengan konten jurnalistik grafis.

quisiner untuk di isi selesai acara

Flash Blogging berlangsung sehari tersebut dalam rangka 72 Tahun RI, Indonesia Kerja Bersama yang diselenggarkan oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik itu hadirkan pemateri sesi II, Saifuddin Bantasyam. Beliau akademisi dari Universitas Syiah Kuala.

Pak Saifuddin memaparkan tentang peran serta anak muda di Indonesia dalam memajukan Indonesia ke depannya. Ia sampaikan materi Kerja Bersama Dalam Kemajemukan. 72 tahun Indonesia merdeka, ke depan anak-anak muda harus bersatu dalam membangun Indonesia.

Menurutnya, peran serta blogger bisa dilakukan melalui tulisan-tulisan tentang kebhinekaan yang majemuk.

"Bagaimana kita mendisplay tulisan yang berat itu, dengan bahasa bahasa yang mudah dipahami. kita harus paham, siapa audiens kita. siapa pembaca kita nantinya" sambungnya lagi.

Bisa ditulis dengan bahasa yang sederhana. Inilah tantangan para blogger dalam melihat Indonesia di 72 tahun ini.

"Negara membutuhkan komitmen politik dari elit negara, agar terciptakan kepercayaan dari masyarakat, agar bisam memabangun negara ini" sebut Saifuddin, Pakar Hukum dari Unsyiah.

"Ada semacam upaya, untuk membangun kekuatan menulis. Apa kemudian yang kita punya, misalnya untuk menulis Indonesia Hebat. itu bisa tertimoni dari orang lain, bisa foto dan sebagainya," ujar pria yang mengaku berumur 56 tahun ini. 

"Saya berpikir bahwa, dalam kontek tertentu, menulis itu sama juga dengan melakukan presentasi," jawab Saifuddin Bantasyam, saat menjawab salah satu pertanyaan peserta. Saya sepakat sekali dengan pernyataan Dosen Fakultas Hukum Unsyiah ini.  Saya menyimak paparan materi dari Pak Saifuddin dengan baik duduk di belakang, sayang waktunya sangat singkat sekali hingga moderator ingatkan waktu sesi materi harus disudahi. Padahal ada hal yang ingin saya tanyakan kepada beliau. 

Seusia materi itu ditutup dengan kesimpulan yang aduhai dari moderatar. Saya seperti mendengar seorang penyiar perempuan yang sedang menyiarkan berita radio. Kita kemudian mengisi quisioner yang disebarkan oleh panitia. Acara blogging yang melelahkan dengan tema "72 Tahun RI, Indonesia Kerja Bersama" yang dilaksanakan oleh Kominfo melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik diakhiri dengan foto bersama. Gimana bisa kerjasama, wifi saja tidak punya. Apalagi saya, jangankan waifi, wife saja belum punya! []

10 August 2017

8/10/2017 05:13:00 AM

Pertama Kali ke Aceh, Alasan Youtuber Ini Bikin Merinding

“Sebelum trip ke Aceh, saya sama sekali buta tentang Aceh. Yang saya tahu tentang Aceh hanyalah hukuman cambuk dan GAM (dari berita TV)" Ricky  Santoso, youtuber asal Bandung



Sangat banyak sekali orang keliling Indonesia dengan berbagai cari, dari jalan kaki, naik sepeda, naik motor, sendiriaan, berpasangan, dan dengan berbagai keunikan lainnya. Tapi sedikit dari mereka yang menyebarkan pengamalamannya selama berada di suatu tempat melalui video youtube.

Ada banyak orang yang awalnya takut berkunjung ke Aceh. Provinsi yang jaraknya lebih dekat ke Malaysia dibandingkan terbang ke Jakarta. Hanya  40 menit ke Malaysia jika menggunakan pesawat. Aceh dikenal sebagai daerah 4G: GAM, Ganja, Giok, Gempa. Selain itu, orang mengenal Aceh dengan provinsi satu satunya di Indonesia yang menerapkan hukum syariat islam sejak tahun 2001. 

Aceh dikenal orang luar sebagai daerah  yang menyeramkan. Apalagi Aceh sebagai provinsi yang dulunya terjadi konflik senjata puluhan tahun.  Aceh satu-satunya daerah yang tidak bisa ditaklukkan oleh Belanda karena kegigihan dan semangat pejuang Aceh dulu.

Bakda riuh gemuruh gelombang laut di akhir tahun 2004 lalu diikuti dengan berhentinya amuk peluru di pertengahan tahun 2005 membuat Aceh terbuka bagi publik luar.  Apa yang paling ditakutkan saat Anda menginjakkan kakinya ke Aceh?

Adalah Ricky Santoso, seorang youtuber asal Bandung yang berkunjung ke Aceh Juli 2017. Selama dua Minggu ia merasakan suasana Aceh yang aman dan nyaman untuk dikunjungi. Saya tau Ric snt – begitu nama akun yutub nya- dari Riazul Rio Iqbal melalui instagram. Rio seorang guru honor di Pidie, seorang blogger dan peresensi film yang bergabung di komunitas perawi hardisk dan banyak mempromosikan tempat tempat wisata di Pidie.

Dari Rio saya kemudian mengikuti akun instagram @RICNST. Dan melihat tentang kegiatan Ricky selama di Pidie hingga berlanjut ke Sabang. Yang menarik, Ricky selama di Pidie menginap di rumah Rio. Dua pemuda ini awalnya tidak kenal sama sekali, Ricky bahkan sangat kagum atas kebaikan Rio. 

Ricky akan melakukan traveling keliling Indonesia dimulai dari Sabang sampai ke Merauke tanpa mengeluarkan uang sepersenpun. Begitu pengantar yang ia sampaikan di video yutubnya saat awal mulai memulai perjalanannya. Kini ratusan ribu orang sudah menonton vlognya di yutub. cek di sini : YOUTUBE Ric snt


"Trip keliling ini mungkin akan memakan waktu 6 sampai 12 bulan, saya tidak buru-buru, saya di Aceh akan keliling ke tempat wisata yang bagus di mana, tempat tinggal murah bagi bacpacker di mana, aku rekomendasi seperti tips, hal hal yang dibutuhkan. Kalian mungkin akan bingung sekali dengan tittle judul ini [video yutub –pen]: KELILING INDONESIA TANPA MENGELUARKAN UANG SEPESERPUN! Tenang, aku menjelaskan kepada kalian, bagaimana aku mendanai tanpa mengeluarkan uang sepersenpun”

Ricky mengaku ia mendapatkan uang dari iklan adsence di yutub setiap bulan. Dia berencana akan berbagi informasi penghasilan adsence itu kepada penontonnya. Lalu  akan membuat endorsment untuk membuat video di tempat penginapan, rumah makan, dan tempat usaha kuliner lainnya yang memberikan penginapan/makan  gratis kepadanya. Dia meminta para penonton videonya di yutub untuk membantu dan mendukung ia selama perjalanan, setidaknya membagikan videonya ke akun media sosialnya.

layar tangkap instastory IG @ricsnt, 4 Agustus 2017
Bagi penyuka traveler youtuber muda ini tidak asing di laman telepon lunak mereka. Selain rekaman videonya bagus dan beda, Ricky kerap merekam hal hal unik yang selama ini belum banyak diketahui publik. Dia bukan yutuber asal rekam sorot lensa kamera, tapi ia sangat memilih dan memilah mana sudut rekaman yang bagus dan layak dihadirkan ke hadapan pemirsa youtube. Videonya selama di Aceh sangat membuat saya harus menonton sampai selesai. Selama perjalannya di Aceh, saya menemukan ada 15 video cerita tentang wisata dan pengalamannya selama di Aceh yang diunggah ke yutub.

Ia merekam setiap aktivitasnya, terus sudut penempatan video juga sangat profesional sekali. Benar benar seorang vlogger yang sangat berpengalaman dalam merekam setiap adegan. Ia kadang kadang menempatkan kamera di sudut tertentu, untuk mendapakan gambar aktivitasnya saat memakai sepatu misalnya, di mana ia tidak bisa memgang kamera.
 
4 Agustus 2017 lalu, saya sempat menangkap laman instastori @RICNST. Saya mengirimkan pesan kepadanya untuk mempublis testimoninya.  Di situ ia menulis:

“Sebelum trip ke Aceh, saya sama sekali buta tentang Aceh. Yang saya tahu tentang Aceh hanyalah hukuman cambuk & gam (dari berita TV). Saya sempat takut & ragu bisa bertahan di aceh di awal trip saya. Tapi semua ke kuatiran saya hilang ketika saya menginjakkan kaki saya di Aceh,”
 
Ia menulis pada laman selanjutnya: 

"Ternyata Aceh tidak seperti yang media2 katakan, Orang Aceh sangat terbuka & sudah terbiasa hidup dalam perbedaan “multi ethnis” dari dulu kala. Oleh karena itu kenapa saya betah & buat banyak video di Aceh. Karena saya ingin share kepada kalian kalau Aceh itu sangat luar biasa keren"

Ricky merasa sangat betah dan nyaman selama berada di Aceh...,

“Jujur saya merasa lebih tenang & aman di Aceh daripada Jakarta. Saya bisa jalan2 di banda aceh jam 12 malam tanpa meras takut di begal. Kalau di Jakarta mungkin saya pikir 2x”


Ricky mengakhiri testimoni itu dengan menulis FAKTA tentang Aceh:

"Saking amannya & rendahnya tindak kriminalitas di Aceh. Banyak hewan peliharaan seperti sapi, kambing & ayam yang di lepas “tanpa di kandangi” di jalanan & jangan kaget melihat motor di parkir dengan kunci masih gelantungan di jalanan Aceh. Di Aceh jarang ada premanisme. Ps: Saya merasa sangat ketika di Aceh"


Menurutnya, orang Aceh sangat ramah, baik dan terbuka bagi siapa saja. Tentang pengalaman lainnya selama ia di Aceh, akan menarik kalau kalian langsung menonton akun yutubnya dan simak bagaimana ia merasa bahagia selama berkunjung ke Aceh.

Terimakasih Ricky Santoso, kamu hadir ke Aceh dan membikin video tentang wisata Aceh, ini sangat positif dan membantu sebarkan informasi kepada orang luar bahwa Aceh layak dikunjungi sebagai daerah wisata. Sebagai Aceh, ucapak ribuan terimakasih atas kebaikan kamu membikin video itu, Aceh berhutang budi padamu. 


Dalam hadih madja yang agak nakal di Aceh disebutkan, "Ureung Aceh menjo hana teupeh, aneuk kr*h jeut ta raba. Tapi menjo ka teupeh, bu leubeh han geupeutaba" artinya lebih kurang begini: Orang Aceh kalau tidak tersinggung, biji zak*arnya bisa diraba. tapi kalau sudah tersinggung, nasi lebih (sisa) sekalipun tidak mau ditawarkan makan." Begitulah, dalam Aceh juga berlaku bagaimana memuliakan tamu: Peumulia Jamee, Adat Geutanyo (kita).  Semoga sukses atas Keliling Indonesia Gratisnya, Ricky. []

07 July 2017

7/07/2017 01:28:00 AM

Idrus Bin Harun, Perupa Aceh Lolos Seleksi Pameran Seni Rupa Kemendikbud

Idrus Bin Harun dengan latar lukisannya saat mengikuti Jakarta Beinnale 2015 di Jakarta | koleksi foto Idrus Bin Harun



BANDA ACEH - Idrus Bin Harun, Perupa Aceh lolos  seleksi Pameran Besar Seni Rupa ke 5 Tahun 2017 yang akan dilaksanakan pada September nanti di Taman Budaya Provinsi Maluku, Ambon. Informasi itu disampaikan melalui laman kebudayaan.kemdikbud.go.id pada 5 Juli 2017.

Idrus Bin Harun saat ini  merupakan satu-satunya Seniman Rupa Aceh yang lolos seleksi ajang pameran tahunan tersebut. Provinsi Aceh masih kekurangan satu orang Perupa lagi, sebab menurut panitia, setiap provinsi akan diwakili oleh dua orang Perupa.

Kegiatan pameran tersebut diikuti oleh berbagai perupa tanah air sejak dibuka pendaftaran karya April hingga Juni 2017. Calon peserta pameran mengirimkan karyanya beserta portofolionya dari seluruh Indonesia.

Idrus Bin Harun, saat dijumpai di Ruang Studi Jamaah (RSJ) markas Komunitas Kanot Bu menyebutkan, karyanya yang berjudul Bunga Tidur itu dikirim jelang hari penutupan pendaftaran.

Lukisan Bunga Tidur itu dilukis di atas kanvas  berukuran 80cm x 120 cm yang menarasikan tentang panjangnya angan-angan seorang pemalas. Ia menyelesaikan karyanya disela-sela kesibukannya di bulan puasa ramadan 1438 H.

"Dalam lukisan itu, saya menghadirkan multiobjek dari kenderaan lapis baja sampai pesawat terbang. Fokus dari lukisan itu adalah orang tidur. Saya pikir, semua kita punya angan-angan, tapi bek cet langet,” sebut Perupa Aceh ini yang pernah memamerkan karyanya di Jakarta Bainnalle 2015.

Idrus kini sedang menunggu dihubungi oleh pihak kementerian untuk proses administrasi keberangkatan ke Ambon. Panitia Pameran Besar Seni Rupa 2017 Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud masih menunggu  pengusulan karya dari seniman rupa  untuk beberapa provinsi yang pesertanya masih kurang,  akan diberikan waktu sampai tanggal 12 Juli 2017, Aceh termasuk salah satu diantaranya [acehnews.co]

27 May 2017

5/27/2017 04:18:00 AM

Belasan Seniman Rupa Banda Aceh Lakukan Street Art Tembok

 Akar Imaji dan Kawan-Kawannya di Lampineung, 25 Mei 2-17


BANDA ACEH - Belasan seniman rupa yang bergabung dalam 3 komunitas melakukan street art mural grafiti dan jamming di tembok dinding dekat stadion H. Dimurtala, Banda Aceh selama dua hari, 24-25 Mei 2017. Tiga komunitas seniman rupa itu adalah Akar Imaji, Apotek Wareuna, dan Skateboard Banda.

Mural dinding sepanjang 40 meter dengan tinggi 2 meter mereka lukis secara bersama-sama untuk memperindah pemandangan lalulintas di kawasan tersebut.

Arnis Muhammad, seniman muda dari Akar Imaji mengatakan kegiatan itu dilakukan dalam rangka silaturahmi di hari meugang antar sesama seniman rupa di Banda Aceh.

"Meugang identik dengan silaturahmi, kami anggap ini momen penting kami berkumpul di sini, untuk menggambar bersama-sama kawan-kawan yang lain," ujar Arnis saat ditemui di lokasi tersebut.

Qurbani Akbar yang sering disapa Ruben, yang juga seniman muda yang bergabung dalam Akar Imaji menyebutkan, kebutuhan bahan-bahan material untuk melukis mural di tembok itu seperti cat, kuas, dan alat pendukung lainya mereka bawa dari masing masing seniman rupa.

Ia menambahkan, senirupa jalanan ini penting dilakukan untuk memancing pelaku seni yang lain untuk bisa berkarya juga. "Ada kawan kawan yang datang, kemudian mereka ikut bergabung. masyarakat juga mengapreasi kegiatan ini, " sebutnya.

Kegiatan senirupa itu mendapat perhatian dari pengguna lalulintas yang melewati jalan ini. Mereka berhenti dan memfoto kegiatan senirupa jalanan dari belasan perupa Banda Aceh itu.

Iswadi Basri, seniman rupa Aceh yang terlibat dalam jamming grafiti itu melihat semangat yang besar tumbuh dari seniman muda Aceh untuk terus berinovasi.

"Semangat bersenirupa tidak pernah berhenti, ini semakin maju, baik sisi dari inovasi, dekorasi baru era sekarang ini, kalau mereka tidak berinovasi maka akan tumbang di tengah jalan," Ujar Iswadi yang pernah diundang ke Jakarta Beinnale 2015 untuk memamerkan 3 lukisannya yang bertema air dan lingkungan [acehmediart.com]

03 May 2017

5/03/2017 09:00:00 AM

Manfaat Bonus Demografi Bagi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia



Negara Indonesia akan mengalami bonus demografi penduduk yang perkiraannya terjadi pada tahun 2020-2030. Hal itu sebagaimana pernah diungkapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang Optimalisasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Istana Negara, Jakarta, 7 Februari 2017.


Apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut cukup beralasan. Data Statistik penduduk Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 penduduk Indonesia berjumlah 258 juta orang. Menurut BPS, pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok umur produktif antara 15-34 tahun. Kondisi ini disebutkan keadaan negara kita sedang  memasuki era bonus demografi. [lihat Indonesia Dalam Angka di http://databoks.co.id/]

Apa Itu Bonus Demografi?
 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Edisi V, kata de.mo.gra.fri diartikan sebagai ilmu tentang susunan, jumlah, dan perkembangan penduduk; ilmu yang memberikan uraian atau gambaran statistik mengenai suatu bangsa dilihat dari sudut sosial politik; ilmu kependudukan.

Bonus Demografi bisa dikatakan sebagai fenomena struktur jumlah penduduk akan menguntungkan dari sisi pembangunan ekonomi karena jumlah penduduk usia produktif sangat besar, sedangkan usia muda semakin kecil dan produksi usia renta belum begitu banyak. Tetapi kondisi ini bisa jadi merugikan negara seandainya pemerintah tidak siap dan sigap dalam menyikapi bonus demografi tersebut.

Maka dari itu, perlu adanya pembangunan peningkatan tentang upaya apa saja yang harus dilakukan pemerintah dalam mempersiapkan generasi tersebut sejak dari sekarang. Misalnya tentang persiapan sumberdaya manusia baik itu melalui pendidikan, kesehatan dan penyediaan lapangan kerja yang selama ini belum serius digarap oleh pemerintah; ekonomi tani dan ekonomi maritim.
Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan [2015] | http://databoks.co.id/
Jika kita lihat data investasi pertumbuhan sektor kelautan dan perikanan tahun 2015 tumbuh 37,5 persen menjadi Rp. 4,43 triliun dari tahun sebelumnya, yakni Rp. 3,22 triliun. Hal ini menurut pengamatan saya efek dari giatnya pemerintah RI melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam ketegasannya melarang kapal-kapal asing, bahkan ditenggelamkan saat berada pada wilayah laut Indonesia.

Indonesia mengalami pertumbuhan penduduk semakin meningkat setiap tahun. Kondisi ini tentu saja sangat berpengaruh bagi keuntungan ekonomi berupa peningkatan jumlah penduduk usia produktif. Lalu bagaimana peran pemerintah Republik Indonesia beserta seluruh penduduknya dalam menyikapi bonus demografi yang akan meledak nantinya? 
Langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Sejahterakan Nelayan | www.katadata.co.i

Tidak lama lagi, artinya dalam jangka waktu perkiraan 3 tahun akan datang, menyikapi bonus demografi yang akan terjadi pada 3-13 tahun ke depan, ada banyak indikator yang mesti dipersiapkan sejak dari sekarang oleh pemerintah. Salah satunya menyikapi bonus demografi tersebut tentang rencana pemerintah menargetkan negara Indonesia akan jadi pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Menurut situs KATADATA.co.id, statistik pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam angka pertumbuhan di bawah 6 persen sejak tahun tahun 2013. Tahun 2012, pertumbuhan ekonomi berada di atas 6 persen. Pada 2016, ekonomi domestik tumbuh 5,02 persen, dan pada 2017 diperkirakan akan tumbuh 5,1 persen, dan pada 2018, Presiden Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6,1%. Lihat informasi tentang Indonesia Dalam Angka dari tabel databooks.co.id berikut ini. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia | databoks.katadata.co.id

Beberapa hal yang mesti dilakukan persiapan sejak sekarang ini oleh semua pihak,  diantara peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan, kesehatan, kesediaan lapangan kerja. Hingga kini Indonesia masih mengalami kekurangan pengusaha yang pada tahun 2017 1,65 persen dari jumlah penduduk Indonesia, 258 juta jiwa. Jumlah ini jauh tertinggal dengan Malaysia, Thailand, Singapura.

Rasio Pengusaha Terhadap Jumlah Penduduk di Beberapa Negara [2013] | databoks.katadata.co.id
Jika melihat rasio minimnya pengusaha di Indonesia, maka inilah tantangan daripada memanfaatkan bonus demografi yang akan mulai terjadi pada tahun 2020. Peluang itu bisa dimulai dari sekarang, tidak ada kata terlambat untuk membangun dan mempersiapkan generasi muda dari sekarang ini untuk dididik menjadi pengusaha. Indonesia dengan luas negara yang terdiri dari pulau-pulau dan tanah yang subur menjadi berpeluang besar dalam menciptakan lapangan kerja baru ke depan.

Hal ini bisa saja dilakukan oleh pemerintah dengan program wirausaha mandiri misalnya, mendidik anak anak bangsa bisa dimulai dari menyempurnakan kurikulum sekolah sejak tingkat dasar hingga ke perguruan tinggi. Kurikulum tentang enterpreneurship bisa ditingkatkan bagi anak didik, agar mereka sadar dan tau kalau Indonesia berpulang menguasai ekonomi Asia bahkan ekonomi dunia, salah satu cara itu bisa dilakukan dengan peningkatan pengetahuan energi dan penemuan teknologi baru nantinya. 

Tentu saja ini butuh kerja keras semua unsur masyarakat Indonesia, agar bonus demografi bisa menjadi berkah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bukan malah menjadi malapetaka yang akan menghancurkan semua sendi kehidupan bangsa Indonesia itu sendiri, hingga kina tertinggal jauh dari negara-negara maju lainnya. Semoga []


29 March 2017

3/29/2017 11:15:00 PM

HFN 2017: Melihat Nusa Tenggara Timur di Gampong Nusa


Merayakan Keberagaman Indonesia dilakukan dengan banyak cara.  Hari Film Nasional 2017 yang jatuh pada tanggal 30 Maret diperingati secara meriah dan sederhana oleh masyarakat Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu malam, 25 Maret 2016. Sebuah layar tancap yang didirikan seukuran seperempat lapangan futsal, tepatnya di halaman Meunasah desa setempat.

Acara itu terlaksana atas dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerjasama dengan Aceh Docomentary serta beberapa lembaga terkait lain. Malam itu, penonton umumnya dari warga gampong Nusa dari usia anak-anak, remaja, pemuda dan kaum ibu-ibu dan tetua gampong saling berbaur khusyuk menonton film berlatar belakang adat dan kondisi sosial masyarakat yang jaduh dari gampong mereka, Nusa Tenggara Timur.

Penonton juga datang dari warga Banda Aceh. Saya melihat beberapa teman teman komunitas muda kreatif duduk berbauar dengan warna ikut meramaikan ‘bioskop keliling’ itu. Jarak tempuh ke kampung Nusa dari Banda Aceh sekitar 20 menit perjalanan berkenderaan.

Gampong Nusa di Aceh Besar tidak asing bagi banyak pegiat pariwisata di Aceh, sejak beberapa tahun akhir ini menjadi kawasan wisata berbasis swakelola warga setempat. Bersama pemuda gampong, mereka mendirikan Lembaga Pariwisata Nusa (LPN) sebagai tempat untuk mengelola dan membantu para tamu wisata yang ingin berkunjung dan menikmati suasana kehidupan ala masyarakat desa. Bagi yang belum bertamu ke gampong Nusa, tidak ada salahnya mencoba Asyiknya Pesona Wisata Desa ala Gampong Nusa dan temukan keramahtamahan sambutan masyarakatnya.

Sejak lama, LPN ini telah menjadi wadah baru masyarakat dalam menjadikan desa mereka hingga dikenal ke banyak masyarakat luar. Selain LPN, warga Nusa sudah menyediakan Bank Sampah yang dikelola oleh Nusa Creatif Community, di mana setiap minggu para anak anak desa bisa menabung sampah dan mengolahnya menjadi barang yang berharga bernilai ekonomis.

Masyarakat gampong Nusa, sebuah desa di kecamatan Lhoknga Aceh Besar dengan nuasana alam dan pemandangan pegunungan hijau sejauh mata memandang. Sungai kecil mengalir air nan jernih, jika sore hari, anak-anak kerap bermandi di sungai ini. Area persawahan luas sebagai tanda jika warga di sini umumnya sebagai petani.

Kondisi itu tentu saja berbeda jauh dengan situasi peradaban masyarakat dusun Kerok, Kabupaten Timur Tengah Utara, NTT sebagaimana yang ditampilkan dalam film Aisyah; Biarkan Kami Bersaudara, disutradarai oleh Herwin Novianto produksi tahun 2016 itu berdurasi dua jam.

Film dengan pemeran utama Laudya Chintya Bella ini berlatar belakang sebuah desa di pedalaman NTT. Ribuan kilometer jaraknya dengan gampong Nusa di Aceh Besar. Secara kebetulan nama kedua tempat sama, NUSA; yang satu nama gampong dan yang satu lagi nama provinsi.

suasana pemutaran film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara di halaman meunasah gampong Nusa, Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu malam, 25 Maret 2017 | foto Aceh Documentary

Direktur Aceh Documentary, Jamaluddin Phonna dalam sepatah duakata saat menyampaikan sambutan di hadapan ratusan masyarakat gampong Nusa mengatakan, Aceh terpilih menjadi salah satu lokasi untuk memutarkan film-film terbaik guna menyemarakkan Hari Film Nasional 2017 yang puncaknya akan diperingati pada tanggal 30 Maret.

“Sebuah keberuntungan Aceh bisa dapat kesempatan sebagai salah satu lokasi yang dijadikan tempat perayaan HFN 2017. Melalui program pemutaran Film-film terbaik, ini menjadi kesempatan bagi kami di Aceh untuk bisa juga menyaksikan film film yang selama ini hanya bisa diakses di Jakarta,” sebut Jamal, filmmaker yang pernah jadi finalis Eagle Award MetroTV tahun 2011.

Menurutnya, sebuah film akan lebih baik itu bisa sampai ke penontonnya tanpa dibatasi geografis daerahnya. Inilah sesuai dengan tema HFN 2017: Merayakan Keberagaman Indonesia, lanjutnya lagi.

Jamal berharap menonton film ini tidak hanya bisa jadi hiburan semata, tapi juga bisa kita mengambil manfaat dari keberagaman penduduk Indonesia dari berbagai latar suku, ras dan agama untuk saling menghargai.

“Sebagaimana tema HFN tahun ini, Merayakan Keberagaman Indonesia. Semoga nilai keberagaman itu bisa kita petik dari film yang kita tonton,” ujarnya

HFN kali ini, ada 2 lokasi pemutaran film di Aceh; Mini Teater Aceh Documentary, Banda Aceh dengan memutarkan film film pendek terbaik dan di “bioskop keliling” Gampong Nusa, Aceh Besar untuk pemutaran film panjang, Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara”

Tahun 2016 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan pelaksana kegiatan dari Komunitas Tikar Pandan juga melakukan pemutaran film Sepatu Dahlan di halaman meunasan gampong Nusa, Lhoknga.

Muhammad Khaidir, Pj. Geuchik Gampong Nusa mengatakan pihaknya menyambut baik pemutaran film di desanya. Ia mengajak warga untuk bisa mengambil pelajaran dari film tersebut, tentang bagaimana memaknai keberagaman Indonesia, pesan pesan dalam film itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari nantinya.

Film Aisyah; Biarkan Kami Bersaudara berkisah tentang Aisyah (Laudya Cynthia Bella) yang baru saja lulus menjadi sarjana. Ia hidup dalam keluarga islam yang taat, di Jawa Barat. Suatu hari, Aisyah mendapat kabar dari yayasan tempat ia mendaftar jadi pengajar di daerah terpencil. Penempatannya di SD dusun Derok, Kabupaten Timur Tengah Utara, daerah tertinggal dan terpencil di pedalaman Nusa Tenggara Timur.

Dusun Derok tempat yang asing bagi Aisyah, ibunya menentang agar ia tak berangkat, apalagi NTT dikenal sebagai kawasan yang masih jauh tertinggal dari segi pembangunan; tidak ada jaringan seluler, tidak ada listrik, jika kemarau akan kesulitan air bersih. Kedatangan Aisyah ke dusun tersebut sempat terjadi kesalahpahaman dengan masyarakat setempat yang mengira Aisyah dianggap suster Maria, karena informasi yang awalnya diterima masyarakat, guru yang akan mengajar di desa mereka bernama suster Maria.

Kehadiran Aisyah sebagai pendatang baru bagi warga dan murid SD tersebut dibenci oleh salah satu murid, Lordis Defam yang memprovokasi teman sekelas yang ikutan tidak menerima kehadiran Ibu Aisyah yang seorang Muslim, sedangkan penduduk di dusun Derok beragama Katolik. Murid SD itu mengira Aisyah datang membawa misi tertentu. Aisyah beruntung kenal dengan Pedro (Arie Kriting), pemuda setempat yang berprofesi sebagai supir angkutan desa-kecamatan.

Laudya Cynthia Bella sukses memerankan sosok guru Aisyah, dipenghujung alur film ia bisa membawa suasana damai dan dicintai oleh murid-muridnya, hanya saja Lordis masih bersikap benci kepada Aisyah karena Lordis dipengaruhi oleh pamannya yang pernah menetap di Ambon saat daerah itu berkonflik dulu.

Toleransi keberagaman dua kultur yang berbeda digambarkan demikian kuat dalam cerita film ini. Sewaktu Aisyah ingin pulang kampung ke Jawa Barat jelang lebaran tiba, sebagaimana kebiasaan ummat muslim yang ingin merayakan hari lebaran di kampung halaman, saat itu warga tau kalau Aisyah tidak cukup uang tabungan untuk membeli tiket pesawat. Berbondong bondong warga ibu-ibu Dusun Derok mengumpulkan uang untuk membantu Aisyah agar bisa merayakan susana lebaran bersama keluarganya di kampung.

Bagi saya film itu cukup menarik ketika diputarkan di tempat mayoritas masyarakat beragama muslim, biar jadi pemahaman bersama bagaimana saling menghargai perbedaan soal keyakinan sesama penduduk Indonesia, sebagaiman tema yang diusung dalam Hari Film Nasional 2017 ini; Merayakan Keberagaman Indonesia; #SalingKenalMakinSayang []

26 March 2017

3/26/2017 11:43:00 PM

Dari Diskusi Pembunuh Ketujuh

edisi cetak Harian Serambi Indonesia, Minggu, 19 Maret 2017 | @kitabmaop
Ada banyak aspek yang bisa dikritisi dari sebuah buku. Namun, dalam budaya global seperti sekarang, sebuah buku tidak hanya lagi bisa dilihat sebagai basis dari budaya tulis, melainkan juga dari sudur pandang penggambarannya. Apa yang disebut sebagai imagologi.

Dalam kajian sastra citra umumnya dipakai sebagai sarana untuk melihat bagaimana teks mempengaruhi cara pandang pembaca sekaligus membuat pembaca menjadi sadar pada saat yang sama. Tapi berbeda dengan citra, imagologi adalah gambaran yang hadir di luar kontrol pembaca, hasil dari konstruksi budaya, sosial dan politik, yang memasuki alam bawah sadar kita sehari hari, seperti iklan di televisi atau baliho para politisi yang tersenyum di mana seolah olah mereka tersenyum karena mereka ramah kepada kita. Tapi ternyata penampakan gigi putih hasil sotosop itu untuk dana aspiras yang akan meerka tuai setiap tahunnya.

Pendapat di atas saya simpulkan dari pembicaraan Jabbar Sabir, dosen Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry, pada diskusi bedah buku sastrawan Herman RN, 23 Februari 2017 di Banda Aceh. Tahun lalu Herman RN menerbitkan buku kumpulan cerpen pertamanya; Pembunuh Ketujuh. Karena sejumlah cerita dalam Pembunuh Ketujuh beberapa diantaranya menyinggung soal syariat Islam, bagaimanapun yang disajikan akan datang berbagai macam reaksi dari pembaca. Dan itu bukan kesalahan penulis. Tapi itu datang dari pembaca sendiri.

Jabbar mencontohkan, akibat akan ada semacam permainan perasaan bagi pembaca, ketika membaca kisah seorang gadis yang hendak dicambuk, di mana tokoh utama dalam cerita ini pikirannya berkecamuk. "Di sini saya menangkap,"tambah Jabbar, "yang jadi pelajaran bagi kita, bahwa mengungkapkan hal hal seperti ini tidak mudah. Penulis harus memadukan keahliannya penulisannya."

Diskusi yang diselenggarakan Bandar Publishing yang menerbitkan buku ini dan Bandar Institute, juga menghadirkan sastrawan Azhari Aiyub sebagai pembicara. Azhari membedah buku ini dengan memulainya darisebuah asumsi. Mengapa manusia menulis cerita? Tentu, menurutnya, kalau pendengar setuju bahwa umur cerita sudah setua ummat manusia. Selama ribuan tahun ada ketidakpuasan manusia terhadap kenyataan sehari hari. Untuk itu manusia membutuhkan bentuk lain untuk bisa bertahan dari kenyataan tersebut. Azhari memberikan contoh, upaya itu misalnya terlihat dari usaha menyatukan antara manusia dengan dunia jin.

Dalam salah salah satu kisah paling tua di dunia, Cerita 1001 Malam, terlihat hampir tidak ada lagi batas antara dunia jin dan dunia manusia. Sementar sehari hari kedua dunia ini hampir tidak bisa disatukan. Jin disebut sebagai musuh abadi manusia dan permusuhan itu akan berlangsung sampai hari kiamat. Tapi dalam kisah yang dikarang pada masa Khalifah Harun al Rasyid tersebut, jin bisa jadi kawan manusia sekaligus musuh.

Tapi persamaannya adalah dalam kisah itu, jin selalu punya peran penting dalam mendorong wacana tentang kemanusiaan. Tapi menurut Azhari, sastra seharusnya tidak lagi beradap tataran wacana, melainkan berada pada lapisan berikutnya. Jika sastra berhasil melepaskan diri dari jebakan ini, ambisi untuk menjelaskna segala hal dan menjaga segala hal, maka pengarang akan menjadi sedikit lebih santai, tidak lagi harus terbebani dengan penilaian benar atau salah.

Selain itu, dalam beda buku dihadiri oleh sekitar 40 orang tersebut, Azhari setuju dengan Jabbar, bahwa tokoh tokoh kumcer Pembunuh Ketujuh terkesan berusaha mempermainkan wacana. Problemnya, hampir rata rata tokoh dalam kumcer ini adalah orang asing yang memasuki suatu persoalan orang lain karena mereka ingin dan nekat.

Tapi problem ini berhasil diatasi pengarang dengan licin, karena pepiawaiannya menggerakkan cerita dan mengatur plot. Dia berhasil mengkoordinasikan unsur unsur yang membentuk sebuah cerita [Serambi Indonesia, Minggu, 19 Maret 2017]

*Muhadzdzier M. Salda, bergiat di Komunitas Kanot Bu dan Pengurus Dewan Kesenian Banda Aceh.

15 March 2017

3/15/2017 03:41:00 AM

Notulensi FGD Pembentukan Generasi Pesona Indonesia di Jawa Tengah



Mewakili Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Wilayah Aceh, saya menghadiri acara FGD Optimalisasi Target Pasar Wisata dan Pembentukan GenPI Jawa Tengah. Acara tersebut berlangsung di Aston Semarang Hotel and Convention Center, 13 Maret 2017. Berikut sejenis notulensi sekilas tentang kegiatan tersebut. 

Semarang - Banyaknya pengguna media sosial dikalangan anak muda Indonesia disambut positif oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI. Melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, menggandeng komunitas anak muda yang aktif di media sosial untuk mempromosikan wisata di daerahnya.

Kali ini, melalui Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI kembali membentuk Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Ke-6 di Wilayah Jawa Tengah.